Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pesisir Selatan menyoroti kenirja pemerintah daerah lantaran banyak anak dari keluarga kurang mampu putus sekolah di daerah tersebut. Ketua DPRD Pessel, Ermizen meminta pemerintah daerah harus serius menanggapi persoalan tersebut.
"Ini harus menjadi perhatian serius pemerintah daerah. Apalagi, soal pendidikan, salah satu visi dan misi pemerintah daerah yang sekarang," katanya kepada Covesia.com, Rabu (9/3/2022).
Seperti diketahui, berdasarkan catatan Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K) yang terhimpun dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial 2020, terdapat sebanyak 5.988 anak di Pesisir Selatan tidak bersekolah, dengan rata-rata umur dari 7-12 tahun dan 13-15 tahun atau tingkat SD dan SMP.
"Nah, ini merupakan catatan penting, karena ini masuk dalam program pemerintah seperti yang tercantum dalam RPJMD kabupaten," ucap Ketua Dewan dari politisi Partai Amanat Nasional, Ermizen.
Sebelumnya diberitakan Covesia.com, faktor kemiskinan yang terus meningkat di Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat (Sumbar) membuat ribuan anak putus sekolah di daerah tersebut. Hal itu terdapat berdasarkan catatan Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K).
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Pesisir Selatan, Yudi Yos Elvin mengatakan, berdasarkan catatan Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K) tercatat ada sebanyak 5.988 orang anak keluarga miskin di Pessel putus sekolah.
"Faktornya disebabkan oleh kemiskinan," sebutnya kepada Covesia.com Selasa (8/2/2022).
Menurutnya, tingginya angka anak putus sekolah di daerah tersebut akan membuat kualitas sumber daya manusia yang tidak mumpuni, dan akan sulit bagi wilayah atau daerah lepas dari jerat kemiskinan.
Diketahui, faktor pendidikan memiliki peranan sangat penting dalam meningkatkan kesejahteraan dan pertumbuhan ekonomi masyarakat melalui peningkatan kapasitas dan produktivitas kerja.
"Artinya, kemiskinan bisa menyebabkan banyaknya putus sekolah dan faktor pendidikan juga dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi memang secara produktifitas ini sangat bersangkutan," ujarnya.
Penulis: Fitri
Belum Ada Komentar
Jadilah yang pertama memberikan komentar pada berita ini.